Kalo di bulan Desember Tuhan telah menunjukkan mukjizat-Nya melalui orang-orang di sekelilingku, di semester 4 (bulan Januari-Mei) Tuhan menunjukkan mukjizat-Nya melalui pekerjaan tangan-Nya langsung. Mari kita saksikan apa yang dilakukan-Nya.
Semester ini adalah semester yang cukup berat buat aku. Waktu aku masih semester 3, ku kira itu adalah semester yang paling berat buat aku. Aku lupa kenapa aku menganggap seperti itu. Tapi yang kuingat semester 3 aku SIBUK. Ternyata semester 4 ga mau kalah ma semester 3. Di semester 4 ini aku merasa lebih sibuk dari semester 3. Tapi itu bukan hal utama yang ingin aku ceritakan. Di semester 4 ini aku berhadapan dengan satu mata kuliah yang suuuuuuliiiiiitttttt dipahami buat aku. Sampe2 aku harus berguru dengan seorang master. Hahahahaha..... dan dia sekarang hampir jadi dosen (selamat...selamat...:)). Kalo dulu (ga sombong sih) aku selalu merasa bisa mengerti semua mata kuliah, yang satu ini membuatku berpikir kembali. Aku bukanlah makhluk sejenius yang aku bayangkan (lagi2 aku katakan, bukannya nyombong). Aku selalu berpikir bahwa semuanya itu mudah. Tapi kali ini Tuhan berkata lain. Aku diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan bagaimana perasaan orang yang tidak bisa menghadapi suatu mata kuliah. Karena dari dulu aku berpikir kalo seharusnya semua orang bisa karena aku bisa. Thx Lord (yang pertama).
Di samping aku belajar untuk menghargai keadaan orang lain yang ga bisa mengerti sesuatu (mata kuliah), melalui mata kuliah itu aku juga belajar untuk menerima kenyataan bahwa tak selamanya orang akan berada di atas (misalnya dengan nilai2 yang melambung). Dari dulu aku selalu merasa bersalah saat aku mendapat nilai jelek dan selalu menyalahkan diri sendiri. Aku berpikir bahwa aku harus bisa sempurna (makanya orang sering melihat aku sebagai orang yang perfeksionis – ga salah sih). Ini adalah suatu pelajaran yang sangat berharga karena aku harus menerima keadaan bahwa diriku tidaklah sempurna. Thx Lord (yang kedua).
One thing that becomes my interest is 3D animation. Dulu sebelum aku memutuskan untuk masuk ke jurusan TI, aku pernah punya keinginan untuk masuk ke jurusan design grafis. Tapi karena tidak mendapat restu dari orang tua, akhirnya aku ga jadi masuk situ deh. Sebenarnya alasannya sih masuk akal, yaitu karena aku ga bisa nggambar. Hahahaha.... Tapi aku bisa nambahin alasan lain yang masuk akal juga, yaitu sense of art-ku jelek. Wkwkwkwk... Tapi perjuanganku untuk belajar 3D animasi tidak berhenti. Di UKDW ada bagian yang menyediakan pelatihan-pelatihan. Wah, aku dah seneng. Berarti aku di TI juga bisa nyambi belajar animasi dong. Puji Tuhan... nah, tapi syarat untuk ikut pelatihan itu adalah harus berkelompok (yang isinya 5 orang). Aku tau ada temenku yang pengen belajar animasi juga. Aku ajak dia, dan dia mau. Tapi......... aku bilang harganya dan jawaban dia adalah “ah, ngga ah”. Capek deh. Ya udah, karena aku ga dapat temen, mau apalagi. Tapi tiba-tiba, di akhir semester 3 ada pengumuman bahwa akan dibuka kelas Kapita Selekta animasi 3D. Wah, puji Tuhan banget. Tanpa ragu-ragu di semester 4 aku ambil mata kuliah itu. Dan aku bisa belajar beberapa hal baru dari mata kuliah itu. Aku rindu bisa memakainya untuk pelayanan. Thx Lord (yang ketiga).
Di semester 4 sesuatu yang ga aku duga, aku alami. Ternyata di saluran kencingku ada batunya, dan itu sebenarnya sudah ada sejak lama tapi aku tidak tahu. Aku sempat mondok semalam di RS Elisabeth, Semarang. Yang aku pikirkan saat aku mondok adalah “bagaimana dengan tugas2ku?”. Hehehehe... Puji Tuhan, Tuhan sudah memberikan aku seperangkat laptop. Jadi, aku mondok ditemani dengan laptop. (cerita pengalaman sedikit) Waktu aku ada di ruang tunggu untuk diperiksa (waktu itu belum tau kalo disuruh mondok), aku belajar pake laptop yang sudah aku charge di rumah jadi ga usah kebingungan nyari stop contact. Eh, ternyata di RS ada hot spotnya. Puji Tuhan. Hehehehe..... akhirnya aku ngenet. Aku pikir, wah berarti aku bisa nitip tugas ke temen lewat internet nih. Wah, aku sudah lega. Akhirnya aku diperiksa dan disuruh mondok. Nah, waktu di kamar, aku coba nyalain laptop n ngenet. Hikz... hikz... hikz... ternyata di dalam kamar ga bisa ngenet. Hot spot yang tadi ga muncul. Banyak juga sih hot spot-hot spot yang lain. Tapi ga bisa connect semua. Ya udah deh. I'm give up. Tapi puji Tuhan aku cuma mondok sehari. Ternyata di Semarang tu tenang banget rasanya. Aku mikir, enak juga ya kuliah di Semarang. Tapi ga tau sih mereka yang kuliah di Semarang gimana rasanya. Sepulang dari RS, aku besoknya langsung kuliah dalam keadaan ga enak. Tapi gpplah. Hari Kamis dalam minggu itu, aku ditembak (aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh, tiiiiiiiiiiiiiidaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk). Hahahahaha... lebai. Maksudnya aku di-ESWL, yaitu teknologi untuk memecahkan batu tanpa operasi. Puji Tuhan, Tuhan telah cukupkan biayanya. Thx Lord (yang keempat).
Nah, melanjutkan cerita di atas. Setelah sakitku sembuh, aku terus menjalani kuliahku. Sebenarnya, aku sudah pasrah. Berapa pun nilainya nanti, aku terima. Orang tuaku juga bakal memaklumi kalo aku dapat nilai jelek. Ada beberapa mata kuliah di mana aku sudah siap2 untuk ngulang (:P pesimis banget). Aku pernah bilang ke temen kos : “ah, keliatannya untuk mata kuliah (....) aku bakal ngulang”. Dia njawab : “Yo jangan di-amin-i to”. Hohoho. Thx kakak. Beranjak dari pesimis, aku boleh menjadi optimis karena melihat beberapa nilai yang sudah keluar. Thx Lord untuk semua pertolongan dan keajaiban-Mu (yang kelima).
Thx Lord (yang keenam) buat orang-orang yang di sekelilingku yang telah Kau tempatkan. Untuk orang tua yang sudah mendukung aku, untuk Kevi yang udah mengantar aku ke RS Bethesda pagi2, untuk Andhri yang sudah banyak menolong aku ngeprint tugasku n ngumpulin waktu aku ga bisa masuk kuliah karena sakit, untuk saudara yang sudah membantu dalam biaya untuk memecahkan batuku, dll, dll, dll.
ONCE AGAIN, THX A LOT LORD